Program Keaksaraan terbagi menjadi dua tahapan utama yang saling berkesinambungan untuk memberantas buta aksara. Keaksaraan Dasar berfokus pada pengenalan dasar baca, tulis, dan hitung (calistung) bagi masyarakat yang belum mengenal huruf latin dan angka, dengan tujuan akhir memberikan kemampuan komunikasi dasar dan identitas melek aksara. Sementara itu, Keaksaraan Lanjutan atau Multikeaksaraan dirancang agar kemampuan tersebut tidak hilang, dengan mengaitkan literasi pada aspek yang lebih fungsional seperti kesehatan, hukum, dan keterampilan usaha mandiri (vokasional).
Keunggulan utama dari program ini terletak pada pendekatannya yang fleksibel dan kontekstual, di mana materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari warga belajar. Selain meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi melalui keterampilan praktis, program ini juga berfungsi sebagai jembatan bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan kesetaraan yang lebih tinggi (seperti Paket A/B/C) serta mempermudah mereka dalam mengurus administrasi publik dan memahami hak-hak sipil secara lebih mandiri.
