HOME | TENTANG

About Us
YAYASAN MULYA SINAR CENDEKIA KEEROM-PAPUA

Menabur Benih Kebaikan di Tanah Keerom: Kisah Perjalanan Yayasan Mulya Sinar Cendekia

Sebuah Niat, Sebuah Pengabdian
Setiap langkah besar selalu dimulai dari sebuah mimpi yang tulus. Yayasan Mulya Sinar Cendekia lahir dari kedalaman hati dan visi mulia dua sosok pengasuh sekaligus penggagas utama, Abah Mansur Nurdin dan Ustadzah Ningsih Wangania. Dengan semangat pengabdian terhadap umat dan pendidikan, beliau berdua meletakkan fondasi spiritual dan pemikiran tentang pentingnya sebuah wadah yang mampu memancarkan cahaya ilmu bagi sesama.

Dari Gagasan Menjadi Nyata
Bak gayung bersambut, gagasan luhur tersebut tidak berhenti sebagai wacana. Keinginan tulus sang orang tua diwujudkan dengan penuh dedikasi oleh putri kedua mereka, Ibu Neng Anggraini Ade, S.Pd.I. Melalui tangan dingin dan kegigihannya, visi Abah dan Ustadzah mulai dirajut menjadi sebuah institusi resmi yang kini kita kenal sebagai Yayasan Mulya Sinar Cendekia. Perjalanan ini bukanlah perjalanan tunggal. Kekuatan utama yayasan ini terletak pada ikatan kekeluargaan yang erat dan visi yang selaras. Dukungan penuh mengalir dari saudara-saudara lainnya yang turut bahu-membahu membangun pondasi yayasan:
Ibu Neng Dewi Sari, ST (Putri Pertama)
Ibu Indah Manistha Rediyanti, SE (Putri Ketiga)
Ustadzah Puteri Wulan Sartika, S.Pd.I (Putri Keempat)
Sinergi antara disiplin ilmu teknik, ekonomi, dan pendidikan dari para srikandi keluarga ini menjadi energi besar yang menggerakkan roda yayasan untuk terus maju.

Membangun di Atas Tanah Papua
Saat ini, Yayasan Mulya Sinar Cendekia sedang menapakkan jejak sejarahnya di Jl. Panca Bhakti New Garden, Kampung Asyaman, Kecamatan Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Di tanah ini, proses pembangunan sekretariat dan ruang belajar sedang berjalan dengan penuh khidmat. Kami percaya, setiap batu bata yang tersusun adalah investasi masa depan bagi generasi di Papua.
Untuk sementara waktu, pusat aktivitas dan layanan administratif kami beroperasi di Jl. Merpati No. 51, Kampung Yuwanain, Distrik Arso. Meski masih dalam tahap pengembangan fisik, semangat kami untuk menebar manfaat tidak pernah surut.

Menatap Masa Depan
Yayasan Mulya Sinar Cendekia bukan sekadar organisasi, melainkan warisan nilai dari orang tua kepada anak, dan dari keluarga untuk masyarakat. Kami hadir untuk menjadi sinar yang mencerdaskan dan mulia dalam pengabdian. Perjalanan besar ini tidak terjadi dalam semalam. Jauh sebelum Yayasan Mulya Sinar Cendekia berdiri kokoh, benih pendidikan pertama telah ditanam pada tahun 2010. Adalah Bapak Mahfud Tupan, S.Pd.I M.M.Pd, menantu dari Abah Mansur Nurdin, yang mewujudkan langkah awal ini dengan mendirikan PKBM Mulya Arso II. Lembaga ini menjadi fondasi utama dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat di Arso, membuktikan bahwa komitmen keluarga terhadap ilmu pengetahuan telah berakar kuat sejak lama.

Visi Pengasuh dan Estafet Perjuangan
Semangat dari PKBM tersebut kemudian diperluas melalui visi besar sang pengasuh sekaligus penggagas utama yayasan, Abah Mansur Nurdin dan Ustadzah Ningsih Wangania. Beliau berdua memimpikan sebuah payung yang lebih luas untuk menaungi berbagai aktivitas sosial dan pendidikan.

Mekar dan Bertumbuh
Dari akar PKBM yang kuat, yayasan kini telah melahirkan berbagai lembaga pendidikan yang menjadi tumpuan harapan masyarakat, di antaranya: TK Nurul Iman dan TPA Nurul Iman, dan berbagai program pendidikan berkelanjutan lainnya yang dirancang untuk mencetak generasi berakhlak mulia dan berwawasan luas.

Penutup
Yayasan Mulya Sinar Cendekia adalah cerita tentang keluarga, cinta, dan dedikasi tanpa batas untuk tanah Papua. Kami hadir bukan hanya untuk mendidik, tetapi untuk menjadi sinar bagi setiap insan yang ingin meraih kemuliaan ilmu.

Stay Connected

Subscribe

  • PENDAFTARAN WARGA BELAJAR

  • PKBM Mulya Arso II Buka PPDB Tahun Pelajaran 2025–2026, Hadirkan Pendidikan Setara dan Pelatihan Keterampilan untuk Masyarakat Keerom

    Berita:
    Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM Mulya Arso II) resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2025–2026. Berlokasi di Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, PKBM Mulya Arso II kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan nonformal yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Melalui PPDB ini, PKBM Mulya Arso II membuka berbagai program pendidikan kesetaraan, meliputi Program Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs, dan Paket C setara SMA/MA, serta Program Kursus dan Pelatihan (PKK dan PKW). Seluruh program dirancang untuk memberikan kesempatan belajar bagi warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal, tanpa batasan usia dan jarak.

    Ketua pengelola PKBM Mulya Arso II menyampaikan bahwa sistem pembelajaran dilaksanakan secara online dan offline, dengan waktu belajar yang fleksibel. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan, meningkatkan kompetensi, dan memperbaiki kualitas hidup,” ujarnya.

    Selain itu, PKBM Mulya Arso II juga menawarkan berbagai benefit bagi peserta didik, antara lain pendidikan gratis bagi usia tertentu, kesempatan mendapatkan Beasiswa PIP bagi peserta didik tidak mampu, serta ijazah yang diakui, legal, dan setara dengan pendidikan formal. Khusus lulusan Paket C usia 17–25 tahun, tersedia kursus tingkat nasional secara gratis guna meningkatkan kesiapan kerja dan kemandirian ekonomi.

    Persyaratan pendaftaran pun dibuat sederhana, baik untuk peserta umum, mutasi, maupun jalur afirmasi. Calon peserta cukup menyiapkan dokumen dasar seperti akta kelahiran, kartu keluarga, ijazah terakhir (jika ada), dan pas foto.

    Dengan dibukanya PPDB Tahun Pelajaran 2025–2026 ini, PKBM Mulya Arso II berharap dapat terus berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat Keerom, menciptakan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat pendidikan sepanjang hayat.

    Bagi masyarakat yang berminat, informasi lebih lanjut dapat diperoleh langsung di PKBM Mulya Arso II, Jl. Merpati No.51 Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, atau melalui kontak panitia PPDB yang tersedia.

  • Perluas Akses Pendidikan, Yayasan Mulya Sinar Cendekia Sosialisasi Program Kesetaraan bagi Santri Ponpes Darul Ulum Entrop

    JAYAPURA – Yayasan Mulya Sinar Cendekia terus berkomitmen memperluas jangkauan pendidikan non-formal di tanah Papua. Melalui salah satu lembaga binaannya, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mulya, yayasan ini menggelar sosialisasi Program Kesetaraan Sekolah bagi para santri di Pondok Pesantren Darul Ulum, Entrop.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para santri mengenai pentingnya memiliki ijazah formal melalui jalur pendidikan kesetaraan, tanpa harus meninggalkan kurikulum kepesantrenan yang sedang mereka jalani.

    Integrasi Pendidikan Agama dan Formal

    Dalam sosialisasi tersebut, tim dari PKBM Mulya memaparkan berbagai program unggulan yang dapat diikuti oleh para santri, mulai dari Paket A (setara SD/MI), Paket B (setara SMP/MTs), hingga Paket C (setara SMA/MA). Program ini dirancang fleksibel agar para santri tetap bisa fokus menghafal Al-Qur’an dan mengkaji kitab kuning, namun tetap mendapatkan pengakuan pendidikan dari negara.

    “Kami ingin memastikan bahwa santri di Pondok Pesantren Darul Ulum memiliki masa depan yang luas. Dengan ijazah kesetaraan ini, mereka tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki legalitas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas atau memasuki dunia kerja profesional,” ujar perwakilan Yayasan Mulya Sinar Cendekia di sela-sela kegiatan.

    Antusiasme Warga Belajar

    Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan santri tampak antusias menyimak penjelasan mengenai teknis pendaftaran dan proses belajar-mengajar. PKBM Mulya sendiri saat ini telah memiliki akreditasi “B”, yang menjamin kualitas mutu pembelajaran serta ujian yang akan diikuti oleh warga belajar.

    Selain program kesetaraan, yayasan juga menawarkan berbagai program kecakapan hidup (life skills) seperti kursus komputer dan pelatihan kemandirian lainnya yang terintegrasi dalam kurikulum PKBM.

    Dukungan Sarana dan Prasarana

    Sebagai bagian dari naungan Yayasan Mulya Sinar Cendekia, PKBM Mulya memfasilitasi proses pendaftaran baik secara daring maupun luring untuk memudahkan para santri. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pondok pesantren dalam memenuhi aspek pendidikan nasional bagi anak didiknya secara efektif dan efisien.

    Melalui kolaborasi ini, Yayasan Mulya Sinar Cendekia berharap dapat terus mencetak generasi emas Papua yang religius, berkarakter, dan memiliki kompetensi akademik yang diakui secara nasional.

  • Perkuat Sinergi Pendidikan Nonformal, PKBM dan SKB se-Kabupaten Keerom Gelar Koordinasi dan Silaturahmi

    Berita:
    Forum Komunikasi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Keerom menggelar kegiatan koordinasi dan silaturahmi sebagai upaya mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal.

    Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini dihadiri oleh perwakilan pengelola SKB dan PKBM dari berbagai distrik di Kabupaten Keerom. Pertemuan difokuskan pada diskusi bersama terkait penguatan program, peningkatan mutu layanan pendidikan masyarakat, serta penyamaan persepsi dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan nonformal.

    Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai isu strategis, antara lain pengelolaan program pendidikan kesetaraan, keaksaraan, kursus dan pelatihan, serta tantangan yang dihadapi lembaga nonformal di lapangan. Selain itu, koordinasi ini juga menjadi sarana berbagi praktik baik (best practice) antar lembaga guna meningkatkan efektivitas pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

    Perwakilan forum menyampaikan bahwa koordinasi dan silaturahmi ini sangat penting untuk membangun komunikasi yang intensif antar lembaga, sekaligus memperkuat peran SKB dan PKBM sebagai mitra pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat. “Dengan sinergi yang baik, program pendidikan nonformal di Keerom dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap salah satu peserta.

    Melalui kegiatan ini, Forum Komunikasi SKB dan PKBM se-Kabupaten Keerom berharap dapat terus menjaga soliditas, meningkatkan kolaborasi, serta mendorong kemajuan pendidikan nonformal yang inklusif dan berkualitas di Kabupaten Keerom.

  • Wujudkan Kesetaraan Pendidikan, Yayasan Mulya Sinar Cendekia Gelar Uji Kesetaraan Paket C di Kabupaten Keerom

    KEEROM – Yayasan Mulya Sinar Cendekia terus menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan non-formal. Hari ini, suasana khidmat menyelimuti salah satu lembaga di bawah naungan yayasan tersebut saat puluhan warga belajar mengikuti proses Penilaian Uji Kesetaraan untuk Program Paket C.

    Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para warga belajar untuk mendapatkan legalitas kompetensi setara jenjang SMA. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat di Kabupaten Keerom untuk membuka peluang kerja yang lebih baik atau melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

    Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

    Acara yang berlangsung tertib ini terasa istimewa dengan kehadiran langsung Ibu Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom. Kehadiran beliau merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap inisiatif lembaga pendidikan dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Keerom.

    Dalam peninjauannya, Kabid PAUD dan PNF memberikan apresiasi kepada Yayasan Mulya Sinar Cendekia yang telah konsisten mengelola lembaga-lembaga pendidikan non-formal dengan standar yang baik. Beliau juga memberikan motivasi langsung kepada para peserta ujian agar tetap semangat mengejar cita-cita meski melalui jalur kesetaraan.

    “Pendidikan adalah hak setiap warga negara tanpa memandang usia. Uji Kesetaraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pembuktian bahwa warga belajar kita memiliki kompetensi yang siap bersaing,” ujar beliau di sela-sela peninjauan.

    Langkah Nyata Yayasan Mulya Sinar Cendekia

    Sebagai lembaga induk, Yayasan Mulya Sinar Cendekia membuktikan perannya dalam menyediakan fasilitas dan ekosistem belajar yang inklusif. Melalui lembaga-lembaga di bawah naungannya, yayasan ini tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan warga belajar.

    Foto yang diabadikan memperlihatkan antusiasme wajah-wajah optimis para warga belajar saat berfoto bersama pejabat dinas terkait. Hal ini menjadi simbol kolaborasi yang harmonis antara sektor swasta dan pemerintah dalam membangun sektor pendidikan di daerah perbatasan.

    Dengan terlaksananya Uji Kesetaraan Paket C ini, Yayasan Mulya Sinar Cendekia berharap lulusannya nanti dapat menjadi insan yang unggul, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Keerom.

  • PKBM Mulya Arso II Terima Bantuan Layar Interaktif IFP dari Pemerintah, Dorong Transformasi Pembelajaran Digital

    Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM Mulya Arso II) menerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah sebagai bagian dari upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan berbasis teknologi. Bantuan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi pembelajaran digital di lingkungan pendidikan nonformal, khususnya di Kabupaten Keerom.

    Penyerahan dan uji fungsi layar interaktif IFP dilakukan di ruang belajar PKBM Mulya Arso II. Perangkat tersebut langsung diperagakan oleh pengelola dan tutor untuk memastikan kesiapan penggunaan dalam kegiatan belajar mengajar. Layar IFP ini memungkinkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, visual, dan partisipatif, baik untuk pembelajaran tatap muka maupun pendampingan materi berbasis digital.

    Pengelola PKBM Mulya Arso II menyampaikan bahwa bantuan ini sangat membantu peningkatan kualitas layanan pendidikan, terutama bagi program Paket A, Paket B, Paket C, serta kegiatan kursus dan pelatihan. “Dengan adanya layar interaktif ini, metode pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh warga belajar. Ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan nonformal,” ujarnya.

    Pemanfaatan layar IFP diharapkan dapat meningkatkan literasi digital warga belajar, memperluas akses terhadap sumber belajar digital, serta mendukung proses evaluasi dan presentasi materi secara lebih efektif. Selain itu, fasilitas ini juga akan digunakan dalam kegiatan pelatihan tutor dan pengembangan kapasitas lembaga.

    PKBM Mulya Arso II berkomitmen untuk menjaga dan memanfaatkan bantuan ini secara optimal demi mendukung peningkatan mutu pendidikan dan menciptakan suasana belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Bantuan layar interaktif IFP ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah perbatasan Papua.

  • Yayasan Mulya Sinar Cendekia Resmi Diluncurkan, Siap Membawahi Lembaga Pendidikan di Kabupaten Keerom

    Yayasan Mulya Sinar Cendekia (YMSC Papua) resmi didirikan berdasarkan Berita Acara Pendirian Yayasan Nomor: 02/YMSC-K/XII/2025. Rapat pendirian yayasan dilaksanakan pada Selasa, 2 Desember 2025, bertempat di Jl. Merpati No. 51 Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

    Rapat pendirian dibuka langsung oleh Neng Anggraini Ade, S.Pd.I pada pukul 08.15 WIT dan ditutup pada pukul 14.15 WIT, dengan kesepakatan penuh seluruh pendiri yayasan. Dalam rapat tersebut disepakati pembentukan Yayasan Mulya Sinar Cendekia yang didirikan untuk jangka waktu tidak ditentukan, serta mulai berlaku sejak tanggal pengesahan.

    Yayasan Mulya Sinar Cendekia memiliki maksud dan tujuan menjalankan kegiatan di Bidang Sosial, Kemanusiaan, dan Keagamaan. Pada bidang sosial, yayasan bergerak dalam pendirian dan pengelolaan lembaga pendidikan formal dan nonformal, kursus, pelatihan, seminar, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pembinaan olahraga, penelitian ilmu pengetahuan, pelayanan komunitas adat terpencil (KAT), serta studi banding.
    Pada bidang kemanusiaan, yayasan memberikan bantuan kepada korban bencana alam, tuna wisma, fakir miskin, menyelenggarakan rumah singgah dan rumah duka, perlindungan konsumen, serta pelestarian lingkungan hidup.
    Sementara pada bidang keagamaan, yayasan menjalankan kegiatan pendirian sarana ibadah, kursus keagamaan, penyaluran sumbangan, dakwah dan pembinaan keagamaan masyarakat.

    Sebagai kekayaan awal yayasan, telah diserahkan dana tunai, sebidang tanah seluas 25 x 60 meter persegi yang berlokasi di Jln. Panca Bhakti New Garden Kampung Asyaman Kecamatan Arso Kabupaten Keerom, serta inventaris kantor dan peralatan multimedia.

    Dalam rapat pendirian tersebut juga ditetapkan struktur organisasi Yayasan Mulya Sinar Cendekia, yang selanjutnya akan menjadi landasan operasional yayasan dalam membawahi lembaga pendidikan dan program-program yang dijalankan.

    Akta pendirian yayasan disepakati untuk dibuat di hadapan Notaris Khataman Akbar, S.H., M.KN. pada tanggal 2 Desember 2025, dengan persetujuan penuh terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yayasan.

    Dengan berdirinya Yayasan Mulya Sinar Cendekia, diharapkan yayasan ini dapat berperan aktif dalam pengembangan pendidikan, kemanusiaan, dan keagamaan, khususnya di wilayah Kabupaten Keerom dan sekitarnya BA PENDIRIAN YAYASAN.


    **STRUKTUR ORGANISASI

    YAYASAN MULYA SINAR CENDEKIA**

    Pembina:

    1. Neng Anggraini Ade, S.Pd.I

    Pengurus:

    1. Ketua:
      Raqib Alamah Putra, M.Pd
    2. Sekretaris:
      Fika Nur Fathul Ade, S.H
    3. Bendahara:
      Fiki Insanul Hizal, S.H

    Pengawas:

    1. Mahfud Tupan, S.Pd.I, M.M.Pd

    Operator:

    Galih Mukhti Arwinda, S.P

  • Yayasan Mulya Sinar Cendekia Resmi Luncurkan Logo Baru, Perkuat Identitas dan Semangat Pendidikan di Kabupaten Keerom

    Berita:
    Yayasan Mulya Sinar Cendekia (YMSC Papua) resmi meluncurkan logo baru yayasan sebagai simbol pembaruan identitas dan penguatan komitmen dalam pengembangan pendidikan di Distrik Arso, Kabupaten Keerom. Peluncuran logo ini menjadi momentum penting bagi yayasan yang membawahi sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan, di antaranya PKBM Mulya Arso II, TK Nurul Iman, TPA Nurul Iman, LKP Mulya, serta berbagai program pendidikan lainnya.

    Logo baru Yayasan Mulya Sinar Cendekia mengusung filosofi mendalam. Visual buku terbuka yang ditopang dua tangan melambangkan ilmu pengetahuan, kepedulian, dan tanggung jawab yayasan dalam membina serta mendampingi peserta didik dari berbagai jenjang dan latar belakang. Bentuk lingkaran dan perisai menggambarkan persatuan, perlindungan, serta kesinambungan pendidikan sepanjang hayat.

    Warna biru dan toska yang mendominasi logo mencerminkan kepercayaan, ketenangan, dan harapan, sementara garis emas melambangkan nilai kemuliaan, kualitas, dan cita-cita luhur dalam mencerdaskan generasi bangsa, khususnya di wilayah Papua.

    Ketua Yayasan Mulya Sinar Cendekia menyampaikan bahwa peluncuran logo ini bukan sekadar perubahan visual, melainkan representasi arah baru yayasan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. “Logo ini menjadi simbol semangat baru kami untuk terus menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan berdaya saing, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan kesetaraan dan keterampilan,” ujarnya.

    Dengan hadirnya logo baru ini, Yayasan Mulya Sinar Cendekia berharap seluruh unit di bawah naungannya dapat semakin solid, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pengabdian kepada masyarakat.

    Peluncuran logo baru ini sekaligus menegaskan peran Yayasan Mulya Sinar Cendekia sebagai mitra strategis masyarakat dan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, mandiri, dan berakhlak di Kabupaten Keerom dan sekitarnya.

  • Ruang Belajar PKBM Mulya Arso II, Sederhana namun Nyaman Dukung Proses Pembelajaran Warga Belajar

    PKBM Mulya Arso II terus berupaya menyediakan lingkungan belajar yang kondusif bagi warga belajar. Salah satu fasilitas utama yang dimiliki adalah ruang belajar yang difungsikan sebagai pusat kegiatan pembelajaran pendidikan kesetaraan maupun kursus dan pelatihan.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, ruang belajar PKBM Mulya Arso II ditata secara sederhana namun rapi dan fungsional. Meja dan kursi disusun dengan baik untuk mendukung proses belajar mengajar, baik secara klasikal maupun diskusi kelompok. Ruangan ini juga dilengkapi dengan lemari buku yang berisi bahan bacaan dan modul pembelajaran sebagai sumber belajar bagi warga belajar.

    Dinding ruang belajar dipasang berbagai media edukatif dan poster informasi, yang berfungsi sebagai pengingat aturan belajar, jadwal kegiatan, serta materi pendukung pembelajaran. Penataan ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang tertib, nyaman, dan memotivasi warga belajar untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pendidikan.

    Pengelola PKBM Mulya Arso II menyampaikan bahwa meskipun dengan fasilitas yang terbatas, pihaknya berkomitmen untuk memaksimalkan ruang belajar agar tetap layak dan mendukung kualitas pembelajaran. “Yang terpenting adalah semangat belajar warga dan pendampingan tutor. Ruang ini kami siapkan sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk belajar bersama,” ujarnya.

    Ruang belajar ini digunakan untuk berbagai program, mulai dari Paket A, Paket B, Paket C, hingga program kursus dan pelatihan, dengan waktu belajar yang fleksibel menyesuaikan kebutuhan warga belajar. Keberadaan ruang belajar ini menjadi bukti nyata komitmen PKBM Mulya Arso II dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat di Kabupaten Keerom.

  • Antusias Warga Kampung Yammua, Program Keaksaraan Lanjutan PKBM Mulya Arso II Resmi Dibuka

    Berita:
    Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak jelas dalam kegiatan Pembukaan dan Pelaksanaan Program Pendidikan Keaksaraan Lanjutan (KL) yang diselenggarakan oleh PKBM Mulya Arso II di Kampung Yammua, Kabupaten Keerom. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan warga belajar, mayoritas ibu-ibu, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peningkatan kemampuan literasi dan keterampilan hidup.

    Acara pembukaan berlangsung sederhana namun bermakna, ditandai dengan kebersamaan peserta dan tutor yang tergambar dalam sesi foto bersama. Para peserta terlihat bangga memamerkan hasil karya kerajinan tangan berbentuk bunga warna-warni, sebagai simbol kreativitas, kemandirian, dan semangat belajar sepanjang hayat.

    Program Keaksaraan Lanjutan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dipadukan dengan pelatihan keterampilan praktis yang dapat menunjang ekonomi keluarga. Melalui pendekatan ini, PKBM Mulya Arso II berupaya memberdayakan masyarakat agar lebih percaya diri, mandiri, dan berdaya saing.

    Pengelola PKBM Mulya Arso II menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen lembaga dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan. “Kami berharap melalui program keaksaraan lanjutan ini, warga belajar tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri dan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

    Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak dan disambut positif oleh masyarakat setempat. Kehadiran anak-anak dan keluarga dalam kegiatan tersebut semakin menambah suasana hangat dan kekeluargaan, menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

    Dengan terlaksananya Program Pendidikan Keaksaraan Lanjutan ini, PKBM Mulya Arso II terus membuktikan perannya sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang inklusif, inspiratif, dan berkelanjutan di Kabupaten Keerom.

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!